Brahmavihara Arama Panorama

Foto-foto ini diambil di 2016. Pasti sekarang ada perubahan tetapi bukit-bukit hijau tentu masih ada. Ada panorama indah Brahmavihara yang tidak ada dalam album ini, yaitu laut, tetapi Anda bisa melihatnya dengan fasilitas street-view di Google Earth. Street view Google Earth sudah ada di hampir seluruh jalan di Bali.

These photos taken at 2016. There should be any change in the area but the hills and mountain are still there. The sea is not in this album but you can explore it with street-views on Google Earth. Almost street in Bali is Google street-viewed now.

Sayadaw U Rajinda, About

Sayadaw U Rajinda, a Burmese Bhante has lived in Singapore for the last 12 years teaching meditation, Dhamma and the Abhidhamma. A practitioner of the Mahasi Method, his simple spoken English has benefited many with his personal insights. Bhante is the founder of the Satipatthana Meditation Centre (SMC) in Singapore and has been serving as its Religious Advisor ever since.

Sayadaw U Rajinda was born on 30 November 1949 in Shwebo District, Myanmar. He became a novice monk (Samanera) at the age of 10 and then a fully ordained monk (Bikkhu) of Theravada Monastic Order at the age of 20. After receiving the degree, Sasanadhajha Dhamma Cariya in Pali Scriptures in 1983, he taught Buddhist Scriptures for 2 years in Ye-U Town. This religious service was done as his gratitude to his learned teachers from Ye-U.

In 1986, the Sayadaw went to the Main Mahasi Meditation Centre in Yangon to practise Vipassana meditation, strictly following the techniques devised by Mahasi Sayadaw. He then served at the Centre for 2 years in various capacities under the supervision of Sayadaw U Panditabhivamsa.

He was sent to Penang in 1990 to teach meditation at the Malaysia Buddhist Meditation Centre, where he served for 3 years. He came to Singapore as the Religious Advisor to the Buddha Dhamma Mandala Society in 1993. He was also instrumental to the birth of the Vipassana Meditation Centre in Singapore. Since 1999 he has been providing religious support to Bodhirama Estate (KKB), a branch of the Selangor Buddhist Vipassana Meditation Society.

At the request of many oversea devotees to conduct meditation sessions, Sayadaw has traveled to Malaysia, Indonesia, Australia and the USA.

Sayadaw founded the Satipatthana Meditation Centre (SMC) in April 2004, and has been serving as its Religious Advisor since. He also serves as the religious advisor to Shwe-pyi-aye Meditation Centre in Insein, Yangon and acted as a patron to the free medical clinic for Sangas at Khinmakan Monastery in Mandalay. Recently, he has completed a project of building a free medical clinic for the people of Thawutthi Village, his birthplace.

Fungsi Brahmavihara Arama

Sesuai dengan latar belakang dan cita-cita pendirian Brahma Vihara sejak di desa Banjar hingga kini menjadi Brahmavihara Arama, maka fungsinya adalah sebagai berikut:

– Sebagai tempat tinggal para Bhikkhu
– Sebagai tempat sembahyang, praktek bakti umat Buddha
– Sebagai tempat pembabaran Dharma/dhamma dan meditasi
– Sebagai tempat menggali dan mengembangkan spiritualitas
– Sebagai sarana sosial kemasyarakatan.

Dari fungsi-fungsi tersebut Brahmavihara Arama telah didesign sedemikian rupa sebagai visualisasi, tahapan-tahapan praktek yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan yaitu Nirwana.

Brahmavihara Arama ke Depan

Tahun 2009 genap 30 tahun usia BVA. Selama 38 tahun pula pembangunan teras dilaksanakan hingga kini, meski Bhante Girirakkhito telah tiada pembangunan terus berlanjut. Ini mencerminkan laju pembangunan BVA cukup lamban, meski demikian kita tetap setia dan bersemangat untuk mewujudkan cita-cita Bhante Girirakkhito guna menjadikan BVA sebagai tempat pelatihan meditasi (Vipasana). Kesetiaan kita mengabdi kepada dhamma merupakan wujud bakti dan terimakasih kita terhadap Tri Ratna pada umumnya serta kepada almarhum Bhante Girirakkhito yang telah mewujudkan ajaran / dhamma kepada kita.
Untuk mewujudkan cita-cita Bhante Girirakkhito menjadikan BVA sebagai tempat pelatihan meditasi. sejak dua tahun lalu telah dibangun bangunan stupa yang dibawahnya dapat digunakan sebagai ruang meditasi. Disebelah barat bangunan stupa akan dibangun kuti-kuti/ asrama untuk tempat tinggal para Bhikku dan peserta meditasi yang akan dilengkapi dapur dan ruang makan. Sebagai penunjang juga akan dibangun perpustakaan dan ruang pertemuan. Semua ini akan dapat terwujud bila kita semua yang pernah dibimbing dan mendapat kasih sayang Bhante secara sadar dan iklas berpartisipasi.
BVA yang berdiri di areal seluas ┬▒_4 hektar secara geografis memenuhi syarat dan kondusif untuk menjadi salah satu pusat meditasi di Indonesia.
Untuk keperluan itu BVA yang kini dikelola oleh Yayasan Girirakkhito Mahathera telah menetapkan Bhante Tita Kethuko Thera sebagai Ketua Utama Vihara sekaligus sebagai instruktur meditasi dan dibantu oleh Bhante Urudha Dhammapiya serta beberapa Bhikku-bhikku muda lainnya.