Fungsi Brahmavihara Arama

Sesuai dengan latar belakang dan cita-cita pendirian Brahma Vihara sejak di desa Banjar hingga kini menjadi Brahmavihara Arama, maka fungsinya adalah sebagai berikut:

– Sebagai tempat tinggal para Bhikkhu
– Sebagai tempat sembahyang, praktek bakti umat Buddha
– Sebagai tempat pembabaran Dharma/dhamma dan meditasi
– Sebagai tempat menggali dan mengembangkan spiritualitas
– Sebagai sarana sosial kemasyarakatan.

Dari fungsi-fungsi tersebut Brahmavihara Arama telah didesign sedemikian rupa sebagai visualisasi, tahapan-tahapan praktek yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan yaitu Nirwana.

Brahmavihara Arama ke Depan

Tahun 2009 genap 30 tahun usia BVA. Selama 38 tahun pula pembangunan teras dilaksanakan hingga kini, meski Bhante Girirakkhito telah tiada pembangunan terus berlanjut. Ini mencerminkan laju pembangunan BVA cukup lamban, meski demikian kita tetap setia dan bersemangat untuk mewujudkan cita-cita Bhante Girirakkhito guna menjadikan BVA sebagai tempat pelatihan meditasi (Vipasana). Kesetiaan kita mengabdi kepada dhamma merupakan wujud bakti dan terimakasih kita terhadap Tri Ratna pada umumnya serta kepada almarhum Bhante Girirakkhito yang telah mewujudkan ajaran / dhamma kepada kita.
Untuk mewujudkan cita-cita Bhante Girirakkhito menjadikan BVA sebagai tempat pelatihan meditasi. sejak dua tahun lalu telah dibangun bangunan stupa yang dibawahnya dapat digunakan sebagai ruang meditasi. Disebelah barat bangunan stupa akan dibangun kuti-kuti/ asrama untuk tempat tinggal para Bhikku dan peserta meditasi yang akan dilengkapi dapur dan ruang makan. Sebagai penunjang juga akan dibangun perpustakaan dan ruang pertemuan. Semua ini akan dapat terwujud bila kita semua yang pernah dibimbing dan mendapat kasih sayang Bhante secara sadar dan iklas berpartisipasi.
BVA yang berdiri di areal seluas ±_4 hektar secara geografis memenuhi syarat dan kondusif untuk menjadi salah satu pusat meditasi di Indonesia.
Untuk keperluan itu BVA yang kini dikelola oleh Yayasan Girirakkhito Mahathera telah menetapkan Bhante Tita Kethuko Thera sebagai Ketua Utama Vihara sekaligus sebagai instruktur meditasi dan dibantu oleh Bhante Urudha Dhammapiya serta beberapa Bhikku-bhikku muda lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *